![]() |
Gelombang penculikan itu yang sebagian besar korbannya adalah wanita dan anak-anak, dimulai Kamis ketika sekitar 40 warga sipil dari desa-desa mayoritas Syiah Fua dan Kafraya diculik oleh kelompok-kelompok bersenjata di Provinsi Idlib.
Beberapa jam kemudian lebih dari 70 orang dari desa-desa dan kota-kota Sunni diculik sebagai tindakan balasan oleh pria-pria bersenjata dekat desa-desa Syiah.
Berikutnya, puluhan orang dari kota-kota oposisi Sunni termasuk Sarmin, Saraqeb yang dikuasai pemberontak dan Binesh dan Maaretal-Numan ditangkap oleh pria-pria bersenjata propemerintah, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
"Dalam dua hari, jumlah orang yang diculik meningkat menjadi lebih dari 300 orang," kata direktur Observatorium itu Rami Abdel Rahman melalui telepon.
Mayoritas dari pemberontak yang memerangi pemerintah adalah warga Sunni, sementara suku yang berkuasa dan banyak pendukungnya berasl dari sekte minoritas Alawi, satu bagian dari Syiah.
Sumber klik disini


0 komentar:
Post a Comment