JAKARTA, - Negara-negara yang bergabung dalam Kelompok G20 menyiratkan tidak menyepakati terjadinya perang mata uang. Hal itu terlihat dari hasil pertemuan Menteri Keuangan dan Bank Sentral G20 di Moscow, Rusia, pada 15-16 Februari 2013. Dalam kesepakatan yang dicapai, G20 tidak menargetkan nilai tukar untuk meningkatkan kompetisi.
Kesepakatan ini, menurut ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, tidak secara langsung menunjuk Jepang yang secara sengaja terus melemahkan mata uangnya dengan stimulus total senilai 2 triliun yen dan dengan terus membeli surat utang pemerintah AS untuk menguatkan dollar AS.
"Pelemahan yen ini untuk meningkatkan daya saing produk ekspor Jepang dan mengakhiri deflasi di Jepang yang sudah berlangsung selama 15 tahun," kata Lana di Jakarta, Senin (18/2/2013).
Stimulus tersebut diharapkan bisa mengangkat inflasi Jepang menjadi 2 persen. Namun, menurut Lana, pernyataan G20 tersebut tampaknya tidak cukup kuat membuat Jepang mengakhiri kebijakan stimulusnya.
Sumber klik disini


0 komentar:
Post a Comment