Home » »

Written By Unknown on Saturday, 16 February 2013 | 13:19



Jakarta, - Asisten Pelatih Jakarta Sananta Indocement Ade Kelana mengatakan evaluasi pertahanan yang dilakukan tim setelah kalah 25-22 di set pertama melawan Jakarta BNI 46 menjadi kunci kebangkitan timnya untuk kemudian membalikan keadaaan menjadi 3-1 (22-25, 32-30, 25-23, 25-23).

Evaluasi yang dilakukan Sananta adalah menginstruksikan pemain untuk tetap tenang, peningkatan kekuatan block dan pertahanan lapis kedua, jelas Ade sesuai laga di Gedung Basket Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (16/2) malam.

"Kita akhirnya dapat block di set kedua, yang set pertama dapat dikatakan nol persen, dan itu membawa keunggulan," ujar Ade. 

Ade juga memuji peran Pemain terbaik Proliga 2012 I Nyoman Rudi Tirtana yang bermain tenang dan mampu mengawal rekan-rekannya mengejar ketertinggalan untuk kemudian berbalik unggul.

"Rudi memang menjadi faktor, block-blocknya kuat di set kedua," kata Ade. Selain itu, menurut Ade, para pemain juga tampil tenang dan tidak terprovokasi oleh semangat menggebu-gebu para pemain muda BNI 46 sepanjang pertandingan. 

Semangat menggebu-gebu itu yang justru, menurut Ade, menjadi bumerang untuk lawan dan akhirnya tim dapat mencuri kesempatan itu. Di set kedua, Rudi dan kawan-kawan memanfaatkan eksekusi yang kurang matang dari anak muda BNI seperti Kukuh Sansari, Dwi Yoga, dan Adi F sehingga berhasil memaksa juara bertahan itu bermain di enam kali deuce sebelum akhirnya menang dengan skor 32-30 dan menyamakan kedudukan 1-1.

"Pemain kami menang di pengalaman, mereka masih muda dan terlalu menggebu-gebu" kata Ade.

Namun, Ade juga memberikan apresiasi untuk para pemain BNI 46 yang tampil dominan di set pertama. Dia mengatakan para pemainnya sempat terpengaruh dengan permainan BNI sehingga tidak dapat mengimbangi tuan rumah.

"Mereka (pemain Sananta) terlalu mengikuti iramanya, dan mereka akhirnya ikut tensi permainan BNI," ujarnya.

Sumber klik disini

0 komentar:

Post a Comment