![]() |
| Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sohibul Iman. |
JAKARTA, - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sohibul Iman menilai pengunduran diri Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dari keanggotaannya di DPR adalah hak konstitusional. Namun, Sohibul mempertanyakan kenapa Ibas baru mengundurkan diri sekarang, padahal Ibas sudah sejak 2010 lalu merangkap jabatan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat dan Anggota Komisi I DPR.
"Itu adalah hak konstitusional dari anggota DPR, harus dihormati sebagai sikap yang gentle. Ternyata dia tidak bisa mengemban amanat ini karena punya beban di partai, harusnya bisa diprediksi dari awal," ujar Sohibul, Kamis (14/2/2013), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.
Menurut Sohibul, Ibas seharusnya bisa memprediksi sejak awal bahwa beban sebagai sekjen partai tidak mungkin berbagi dengan kesibukan sebagai anggota dewan. "Kok baru sadar sekarang, dari awal bahwa itu memang susah. Di partai kami, juga tidak bisa rangkap jabatan," ucap Ketua DPP PKS ini.
Hari ini, Ibas resmi menyatakan mundur dari keanggotaannya di DPR. Dalam jumpa pers yang dilakukan Kamis siang di kantor Fraksi Partai Demokrat, Ibas beralasan beban dan tanggung jawabnya mengurus partai cukup berat jika harus dirangkap menekuni kewajiban sebagai anggota dewan. Ibas mengaku ingin fokus mengurus partainya yang kini tengah menghadapi tantangan melorotnya elektabilitas partai dalam berbagai survei. Fokus Ibas mengurusi partai ini juga diakuinya untuk membantu tugas Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono yang juga ayahnya yang mengambil alih kendali partai itu.
Karir politik Ibas bermula pada tahun 2009. Saat itu, Ibas berkecimpung dalam perpolitikan Indonesia dengan mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, mewakili lima daerah yakni Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi. Ibas lalu terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan April 2009 dengan perolehan suara tertinggi se-Indonesia 327.097 suara.
Sebagai anggota DPR RI, ia ditunjuk sebagai anggota Badan Anggaran dan Komisi I DPR RI yang membidangi hubungan luar negeri, pertahanan, dan informasi dan komunikasi. Karirnya di Partai Demokrat diawali dengan penunjukan sebagai Ketua Departemen Kaderisasi. Setelah Kongres II Partai Demokrat di bulan Mei 2010, ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal untuk mendampingi Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
Sumber klik disini
.jpg)

0 komentar:
Post a Comment