Semarang, - Hati galau di tengah krisis global yang terus berlanjut, wajar jika para pekerja khawatir kehilangan pekerjaannya (di-PHK). Kecemasan itu semakin menjadi-jadi tatkala istri tengah hamil tua, anak mau daftar sekolah, atau persiapan pernikahan pekerja yang masih bujang semakin dekat. Bisakah terhindarkan dari kegalauan itu? Bagaimana caranya?
Ganjalan paling terasa bagi kebanyakan pekerja adalah sewaktu mendekati hari lebaran. Bayangan ancaman PHK semakin menjadi tatkala mengetahui perusahaan yang ditempatinya tidak juga menunjukan perkembangan. Namun, rasanya tidak ada persoalan di dunia ini yang tanpa penyelesaian. Karena itu, Ki Fatahiallah Songgolangit memberinya solusi agar pekerja tidak mengalami perasaan sedemikian kalut.
Cara yang ditempuh menurut spiritualis hikmah kelahiran Lamongan, Jatim ini, pekerja harus membekali diri dengan ajian Gembolan Pecut Nogo (GPN). Ajian ini dia katakan cukup handal menghindari pekerja dari PHK, dan sanggup meningkatkan karir seseorang.
Menurut spiritualis yang punya nama asli Karuniawan ini, sudah berulang kali pekerja yang datang minta bantuan padanya berhasil mengatasi ancaman PHK. Bahkan, sanggup mempertahankan jabatannya dalam waktu lama, dan memuluskan karir lebih tinggi. Tentu untuk menguasai ajian Pecut Nogo ada prosesi tertentu yang harus dijalaninya.
Dari cerita Ki Fatahillah, dia sebelum mendapatkan ajian GPN dia harus menempuh berbagai ritual yang cukup berat. Di antaranya ia harus berpuasa ngebleng selama 41 hari dengan tirakat membaca amalan khusus dan Sholawat Nurbuat. “Saya menjalani puasa sambil berkeliling dari pesantren ke pesantren,” ujarnya. Menurutnya, ajian GPN merupakan ajian tingkat tinggi sehingga untuk memperolehnya harus melalui sebuah ritual yang cukup berat.
Berbeda dengan ajian lainnya dimana seseorang bisa mendapatkan secara instant, untuk memperoleh ajian GPN dia harus berpuasa dan menjalani tirakat khusus. Itupun sebelum menjalani laku harus melambari diri dengan wirid khusus. Bila mampu menjalankan ritual tersebut sampai tahap paling akhir, sudah pasti dapat menguasai ajian GPN.
“Kalau sudah menguasai maka bisa mentransfer ilmu ini pada orang lain. Sekaligus menggunakan untuk membantu mengatasi problem dan kesulitan orang lain,” tandas Ki Fatahillah saat ditemui di tempat praktik sekaligus rumahnya, Jl Pangrango 12 Perum Griya Gawe Mukti, Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah telp 081542544999 ini. Namun, jika seseorang keberatan dengan syarat seperti yang dilakukan Eyang Lawu, cukup berpuasa selama 7 hari dengan sehari puasa ngebleng. Bila metode ini yang dipilih, memang biasa menguasai hanya saja untuk diri sendiri. Alias tidak bisa mentransfer ilmu kepada orang lain.
“Puasa itu dimaksudkan untuk membersihkan jasmani maupun rohani,” jelasnya. Setelah badan bersih, proses selanjutnya adalah transfer ilmu. Proses transfer dilakukan sendiri oleh Ki Fatahillah bisa melalui sarana karomah berupa benda berdaya Ilahiah. “Saya menggunakan energi Ilahiah,” paparnya.
Ki Fatahillah mengingatkan, ajian itu harus diperoleh secara bertahap. Pasalnya, ilmu ini sangat berbahaya karena memiliki hukum gaib yang sangat besar. “Hukum gaib tidak bisa dilihat kecuali oleh mata batin,” katanya. Contoh nyata hukum gaib adalah hancurnya karir seseorang bila ternyata dia tidak mampu mengamalkan ilmu tersebut dengan baik. Sebaliknya dia akan mampu menghancurkan karir musuh bila mampu mengemban ajian tersebut secara baik.
Namun, orang yang ingin menguasai tidak perlu cemas untuk belajar mendapatkan. Sebab, melalui bimbingan Ki Fatahillah ajian tersebut bisa diamalkan secara instan. Itupun tanpa harus tirakat selama berhari-hari, cukup dengan mengikuti petunjuk yang akan diberikannya.
Sumber klik disini


0 komentar:
Post a Comment